Selasa, November 01, 2011 0 komentar

Ogah Pake Media Pembelajaran Online

Internet semakin mudah diakses di mana-mana dan oleh siapa saja. Tidak peduli apapun profesinya bahkan status sosial ekonomi seseorang tidak lagi menjadi penghalang untuk bisa mengakses internet. Maraknya penggunaan jejaring sosial untuk berinteraksi secara online seperti FacebookTwitter ataupun lainnya membuat setiap orang berlomba-lomba menggunakan internet. Di antara sekian banyak pengguna media jejaring sosial terdapat beraneka kepentingan mulai dari yang sekedar bersenang-senang, tampil gaul, berinteraksi dengan teman yang jauh, memperluas jaringan bahkan mencari jodoh atau pacar. Tetapi dapat pula kita temui yang menggunakannya untuk berbisnis, promosi usaha dan pemasaran online. 

Ada hal yang cukup menarik dalam penggunaan jejaring sosial dan internet secara umum ketika dimaksimalkan sebagai media pembelajaran secara online dimana guru dapat berinteraksi dengan siswanya, dosen dengan mahasiswanya. Apa yang dilakukan oleh Acer Grup Indonesia melalui aksi program pelatihan teknologi informasi dengan nama Guru Era Baru  merupakan suatu bentuk kontribusi di bidang pendidikan yang bertujuan membuat lebih banyak guru Indonesia melek teknologi informasi. Sebagai kelanjutan dari program ini, maka Acer  mengadakan GURARU PESTA BLOGGER 2010 untuk mengapresiasi para guru yang sudah memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama melalui blog. Apresiasi ini adalah Guru Era Baru Award, yang diserahkan pada acara puncak Pesta Blogger+ 2010 empowered by Acer, tanggal 30 Oktober 2010. Sukses dengan Pesta Blogger+ 2010 dengan keluarnya Pak Urip dari Pangkalan Bun sebagai penerima Guraru Award pertama melalui blognya Log Guru Kimia Borneo, maka dalam bentuk aksi yang sama, pada tahun 2011 Acer Grup Indonesia kembali menggelar ON|OFF 2011. Ini adalah fenomena yang menarik dari penggunaan media internet sebaga sarana pembelajaran yang tentunya banyak memberi nilai plus dari sekedar pembelajaran secara offline di ruang kelas.

Sungguh patut disayangkan ketika semakin meluasnya penggunaan internet di mana-mana, tetapi belum dimaksimalkan pemanfataannya untuk hal-hal yang positif termasuk dalam dunia pendidikan. Kita temui banyak pelajar atau mahasiswa setiap saat mengakses internet tetapi bukan untuk menunjang kegiatan belajarnya. Begitupun banyak guru atau dosen mengakses internet tetapi belum bisa bahkan ogah menggunakan internet sebagai media mengajarnya. Walaupun saat ini banyak pelajar atau mahasiswa mau tidak mau atau mungkin terpaksa mengakses internet untuk menyelesaikan tugas-tugasnya secara instant, tetapi apakah ada guru atau dosen yang meraasa terpaksa menggunakan internet untuk mempermudah tugas mengajarnya? Okay...! Mungkin Sang Guru atau Dosen pun menggunakan internet tetapi itupun sebatas menyiapkan materi pembelajaran untuk disajikan di ruang kelas, bukan menyajikan materi pembelajaran secara online. Pernyataan ini tentunya bukan berlaku secara umum, karena seperti disebutkan di atas bahwa sudah banyak pula guru atau pengajar menggunakan media sosial online sebagai sarana pembelajaran. Bahkan ada sekolah atau perguruan tinggi yang menyediakan web site resmi yang bukan hanya sebagai media informasi, tetapi juga memfasilitasi pembelajaran secara online.

Gagasan-gagasan berikut ini mungkin bisa dijadikan sebagai pertimbangan bagi tenaga pengajar yang belum menggunakan media online seperti blog bahkan situs jejaring sosial seperti facebook sebagai media pembelajaran :

  • Guru atau dosen dapat meng-upload materi pelajaran/kuliah pada blog yang disiapkan untuk pertemuan yang akan datang sehingga siswa/mahasiswa dapat men-download dan menyimak materinya sebelum menghadiri pelajaran/perkuliahan di ruang kelas.
  • Guru atau dosen yang berhalangan hadir di ruang kelas dapat memberikan materi secara online begitu pula siswa/mahasiswa pun memperoleh materinya ketika tidak sempat mengkuti pelajaran di ruang kelas.
  • Pemberian tugas kepada siswa/mahasiswa dapat disajikan secara online, bahkan pengumpulan tugas pun oleh siswa/mahasiswa dapat disampaiakan secara online melalui email.
  • Media jejaring sosial seperti facebook atau twitter dapat digunakan untuk menyampaikan pengumuman atau hal-hal lain yang perlu kepada siswa/mahasiswa sehingga tidak ketinggalan informasi dan perkembangan di sekolah/kampus.
  • Khusus untuk facebook misalnya, guru/dosen dapat membuat grup khusus untuk mata pelajaran/kuliahnya dan siswa/mahasiswa yang mengikuti ditambahkan ke dalam grup tersebut sehingga setiap saat dapat mengetahui informasi terbaru dari blog yang dikelola oleh guru atau dosennya.
  • Sebagai bahan referensi, Nona Dita (Anandita Puspitasari) telah menulis sebuah buku Panduan untuk Guru Era Baru berjudul Blog dan Media Sosial  yang dapat didownload gratis di sini.
Demikian mungkin sebagai curahan gagasan di antara banyak ide yang berseliweran di mana-mana untuk turut meramaikan meskipun tak seberapa berarti, tetapi adanya semangat ini setidaknya untuk menggerakan kesadaran kita bahwa luasnya dunia ini tak sulit untuk dijangkau dan begitu banyak hal-hal yang dapat dilakukan untuk memudahkan urusan kita tetapi kita masih enggan melakukannya.
Mari kita beraksi....!!!
Kamis, Juni 16, 2011 0 komentar

Bantu Pembangunan Masjid Nurul 'Ain

'Mesjid kampung'. Sebenarnya saya bertanya-tanya setelah melihat tulisan yang terpampang di bagian depan dinding mesjid ini. Mengapa mesjid kampung? Entahlah. Saya sendiri tidak begitu mengerti sistem tata nama atau pengklasifikasian masjid di Indonesia. Yang pasti masjid ini terletak di sebuah dusun yang sebenarnya tidak begitu terpencil, apalagi kampung ini sudah terjangkau jaringan listrik PLN. Dari segi transportasi juga tidak terasing karena kendaraan bermotor roda dua atau lebih juga sudah banyak yang masuk ke kampung ini. Hanya saja infrastrukturnya tidak begitu mendukung karena badan jalannya masih tanah yang sudah pasti saat hujan jalannya jadi becek. Begitu pula pada saat panas dan kering akan berdebu.


Masjid Nurul Ain, satu-satunya mesjid di kampung Waetuwo, Desa Arallae, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.   Tidak ada catatan  pasti kapan masjid ini mulai dibangun. Tapi berdasarkan penuturan warga setempat, masjid tersebut dibangun sekitar tahun 1970-an.  Pada saat itu bangunan masih terbuat dari kayu dimana dinding dan lantainya terbuat dari kayu cendana. Sekitar tahun 1980-an, masjid ini pernah dipugar dan dibangun kembali secara permanen dengan model dan konstruksi yang sangat sederhana. Seiring dengan perjalanan waktu, kondisi masjid yang menjadi satu-satunya tempat beribadah masyarakat sekitar ini sudah tidak layak. Dari segi fisik sudah mulai usang dan tidak nyaman sebagai tempat ibadah. Begitupula daya tampung jamaah sudah tidak memadai.

Masjid Nurul 'Ain
Menyadari arti penting masjid Nurul 'Ain bagi waraga kampung Waetuwo, maka atas inisiatif pengurus masjid, pada awal tahun 2011, masjid ini kembali akan dipugar. Dengan modal swadaya masyarakat, mulailah diapasang fondasi untuk mengawali pembangunan masjid tersebut. Hingga beberapa bulan berjalan, pembangunan berhenti pada tahap pemasangan fondasi karena tidak cukup anggaran untuk melanjutkan tahap pembangunannya. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pengurus adalah membuat proposal bantuan pembangunan kepada pemerintah daerah setempat tetapi hingga saat ini belum ada tanggapan sama sekali.


Sebagai bentuk kepedulian, maka bersama catatan singkat ini dibuka kesempatan kepada para dermawan untuk turut ambil bagian dalam aksi amal jariyah membantu pembangunan masjid tersebut. Semoga dengan uluran tangan para dermawan akan membuka cahaya yang menjadikan warga kampung ini sebagai pencinta masjid dengan senantiasa memakmurkannya, menjalankan aktifitas ibadah dengan khusyu'.
Bagi para dermawan yang berniat membantu dapat menghubungi pengurus Masjid Nurul 'Ain :
  • Ketua : Bpk. H. Amir / No. HP. 0813 5593 8563
  • Sekretaris : Ibu Armawati / No. HP. 0852 4256 5223
  • Bendahara : Bpk. Muchtar / No. HP. 0813 3972 1195 
Alamat : Waetuwo, Desa Arallae, Kec. Kahu, Kab. Bone, Sulawesi Selatan.
Atau dapat menyalurkan bantuannya melalui rekening Bank BRI nomor 3421-01-017676-53-2 a.n. Muchtar.

Jumat, April 29, 2011 0 komentar

Menelusuri Makna "BIRTHDAY"

Sekitar 592,000,000 hasil. Yah, dengan keyword 'birthday', Mr. Google melaporkan sekitar 592 juta hasil penelusuran (diakses tanggal 29 April 2011). Kemudian dari salah satu hasil penelusuran, ditampilkan link http://en.wikipedia.org/wiki/Birthday dimana 'Birthday' diterjemahkan sebagai a day or anniversary where a person celebrates their date of birth. Dari sana aku pahami bahwa birthday adalah sebuah celebration yang bisa merujuk ke party. Sebagai orang Indonesia, kata itu kemudian dimaknai sebagai 'ulang tahun' atau hari kelahiran. Konon perayaan ulang tahun berawal di Eropa yang ketika itu mereka percaya bahwa pada saat seseorang berulang tahun ada roh jahat yang akan datang sehingga menimbulkan ketakutan. Untuk menjaganya dari hal jahat tersebut, maka diundanglah sanak keluarga dan teman-teman untuk memberikan doa dan pengharapan bagi yang berulang tahun. Dengan memberikan kado kepada yang berulang tahun diharapkan memberikan kegembiraan yang dipercaya dapat mengusir roh-roh jahat. Sampai dengan saat ini, satu tradisi yang tidak bisa dipisahkan dari perayaan ulang tahun adalah hadirnya lilin yang bertengger di atas 'bongkahan' kue yang didesain sedemikian rupa sebagai simbol ulang tahun yang bersangkutan.

Selain kelaziman tersebut, ada pula orang yang merayakan ulang tahun secara unik dengan kejutan-kejutan dari orang-orang terdekatnya. Sebenarnya ini bukanlah perayaan, tetapi hanya berupa wujud perhatian dari orang-orang yang mengenalnya dan mengetahui ulang tahunnya dengan memberikan 'surprise' yang tak jarang justru mengagetkan bahkan membahayakan. Seperti pernah kita dengar atau baca beritanya ketika ada seorang siswa SMP di Balikpapan yang menemui ajalnya beberapa saat setelah teman-teman dan gurunya di sekolah memberikan surprise pada hari ulang tahunnya. Tentunya bukan masalah ulang tahun yang mengundang musibah tersebut, apalagi jika menghubungkan dengan mitos orang Eropa di masa awal yang menuduh keterlibatan roh jahat.

Saat ini perayaan ulang tahun masih menjadi tradisi orang modern bahkan sudah dijadikan ritual wajib tahunan bagi setiap pribadi terutama di daerah perkotaan. Setiap orang tentunya ingin menjadikan momen kelahirannya sebagai suatu hal yang penting dan bermakna dalam hidupnya sehingga dengan berbagai upaya bela-belain mewujudkannya dalam bentuk pesta yang kadang sangat meriah. Bagi yang berkecukupan tentunya tidak masalah, tetapi bagi yang hidupnya pas-pasan tentu tak harus kehabisan akal untuk memaknai momen spesial dalam hidupnya tersebut.

Sebagai orang yang pernah lahir ke dunia, aku pun tentunya memiliki hari kelahiran. Tetapi sepanjang hayatku hingga kini belum pernah aku memperingati hari istimewaku tersebut dalam suatu pemaknaan yang lebih dari hari-hari biasa dalam tahun hidupku. Bukan suatu aksi penolakan, tetapi sebagai orang udik yang sejak kecil terbiasa menjalani hari-hari ala kampung, aku tak pernah diperkenalkan dengan tradisi tersebut sehingga aku (maaf) menjadi risih jika tiba-tiba tampil dalam iringan "Happy Birthday to You" . Di hari yang penting itu, aku hanya ingin merenungkan sebuah makna perjuangan, pengorbanan, tumpahan darah Sang Bunda yang pernah meregang nyawa demi kehadiran sesosok makhluk mungil nan lemah yang kini telah tumbuh dengan segala keangkuhan dan kesombongan setelah melewati hari-hari dalam perawatan bunda dengan ketulusan serta perlindungan ayah dengan kesabaran yang kini masih setia mengiringi langkahku dengan doa-doa indahnya yang melenturkan bumi dan menyejukkan sengatan mentari.

Inilah hari istimeawaku, hari perjuangan, hari kemuliaan bagi bundaku yang di masa senjanya kini hanya dapat berkisah dengan pilu tentang anak-anaknya yang kini semakin jauh dari tatapan matanya. Bunda!!! Kini doa istimewa pula kupanjatkan kepada Allah, satu-satunya yang kini jadi tempatmu mengadukan kesah, semoga bunda dan ayah selalu berbahagia, meniti Ridha dan menggapai Rahmat-Nya yang tiada putus . Amin....!!!
 
;